Senin, 17 Maret 2014

Pantai Parangkusumo Yang Penuh Dengan Misteri

Pantai Parangkusumo Yang Penuh Dengan Misteri

Pantai Parangkusumo yang berjarak 30 km dari pusat kota Yogyakarta terhitung pantai yang dinilai sakral untuk orang-orang Yogya, lantaran berkenaan erat dengan cerita percintaan Panembahan Senopati dengan penguasa laut selatan, Ratu Kidul.

Tak mengherankan bila pantai ini senantiasa dibanjiri pengunjung dari pagi sampai malam hari. Juga pada hari-hari spesifik, bau kemenyan, wangi bunga setaman di sebagian tempat jadi panorama umum.

Cerita Panembahan Senopati serta Ratu Kidul
Menurut Babad Tanah Jawa, disuatu ketika Panembahan Senopati yang mengidamkan jadi penguasa Mataram, lakukan tapa ngeli untuk sisi dari ritual untuk menaikkan kesaktian. Tapa ngeli yang dikerjakan Panembahan Senopati itu nyatanya jadi pemicu timbulnya huru-hara di pantai selatan.

Dalam narasi itu diceritakan, pada ketika Panembahan Senopati lakukan tapa ngeli, nampak badai yang mengagumkan dahsyatnya. Badai itu mengakibatkan pohon-pohon tercerabut dari akarnya, semua ikan serta pengisi laut berhamburan ke daratan, gelombang mengamuk mengagumkan.

Pada ketika tersebut penguasa Keraton Bale Sokodhomas, Nyai Roro Kidul atau Ratu Kidul menunjukkan wujudnya serta menjumpai Panembahan Senopati yang tengah bertapa di areal Puri Cepuri.

Apa ingin dikata. Demikian lihat rupa serta kesaktian Panembahan Senopati, Ratu Kidul jatuh cinta. Ratu Kidul berjanji bakal menolong hasrat Panembahan Senopati jadi penguasa Mataram dan membuat perlindungan semua keturunannya apabila Panembahan Senopati serta semua keturunannya ingin jadikan suami. Panembahan Senopati mengiyakan dengan prasyarat dari pernikahan itu tak membuahkan keturunan.

Histori lalu mencatat, Panembahan Senopati sukses menempati takhta Mataram. Hal semacam ini lalu ditranslate orang-orang apabila inginkan suatu hal, dengan lakukan tapa di Batu Cinta –lokasi yang dipercaya tempat pertemuan pada Ratu Kidul dengan Panemabahan Senopati– di areal Puri Cepuri, maka seluruhnya bakal terkabul.

Kebiasaan serta Ritual
Tersebut kenapa lokasi ini jadi pusat aktivitas serta ritual kebudayaan seperti labuhan alit yang teratur dikerjakan tiap-tiap th. untuk wujud persembahan. Yang dilabuh pada upacara ini yaitu potongan kuku, rambut, serta baju sultan.

Acara ritual lain yang dikerjakan di Puri Cepuri serta seputar Pantai Parangkusumo yaitu upacara melasti, rangkaian utama dari upacara Hari Raya Nyepi. Juga lambang ikatan kekuasaan pada Keraton Mataram serta Bale Sokodhomas, tiap-tiap th. dilaksakanan Labuhan Keraton.

Tak hanya untuk pantai keramat, dari segi keindahan Pantai Parangkusumo menghidangkan keindahan. Dengan berkeliling memakai kereta kuda yang sewanya sama besarnya Rp. 20. 000, Sobat dapat nikmati keliling di sekitar Parangkusumo ini. Hempasan ombak besar serta desir angin pantai, berikan nuansa alami.

Di selama pantai Parangkusumo beberapa warung menjual makanan, banyak terdapat pilihan untuk pengisi perut. Pada malam-malam spesifik, banyak juga pengunjung yang berniat bermalam di areal pantai, untuk memanjatkan doa serta semua hasrat yang mendorongnya.

Sudah pasti untuk Sobat yang belum sempat rasakan, aktivitas ini dapat berikan pengalaman spiritual yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar